01 / METEOROLOGI
Rekaman Meteorologi Bukit Kototabang
Enam parameter meteorologi — Suhu Udara, Kelembaban Relatif, Tekanan Udara, Kecepatan Angin, Arah Angin, dan Curah Hujan — direkam per jam dan disajikan dalam satu meteogram gabungan. Data direkam dan ditampilkan dalam WIB (UTC+7), tanpa konversi zona waktu.⏰ Data jam direkam dan ditampilkan dalam WIB (UTC+7) — tidak ada konversi zona waktu pada grafik; jam pada grafik sama dengan jam pencatatan alat.
02 / METEOGRAM
Meteogram Gabungan
Suhu dan kelembaban (garis, sumbu kiri); curah hujan (batang), arah angin (wajik, sumbu derajat 0–360°), kecepatan angin (m/s), dan tekanan udara (hPa) pada sumbu-sumbu kanan — seluruhnya tersaji serentak pada satu sumbu waktu sehingga hubungan antar-parameter terbaca langsung.Deret waktu per jam sesuai pencatatan alat — jam pada grafik sama dengan jam pencatatan, tanpa konversi zona waktu. Gunakan rentang tanggal untuk meninjau periode lain (maksimum 2 bulan per tampilan).
Zona waktu WIB (UTC+7)- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
03 / PENJELASAN PARAMETER
Penjelasan Parameter Meteorologi
Definisi, metode pengukuran, dan makna iklim masing-masing parameter meteorologi yang direkam Stasiun GAW Bukit Kototabang pada ketinggian ~864 m dpl.Seluruh parameter direkam per jam dan ditampilkan dalam WIB. Setiap parameter digambarkan pada meteogram gabungan dengan sumbu sesuai satuannya.
Standar pengukuran WMOSuhu udara permukaan pada ketinggian standar 2 meter di atas tanah — parameter meteorologi paling fundamental yang mengendalikan evapotranspirasi, stabilitas atmosfer, dan kenyamanan termal. Diukur dengan termohigrograf terkalibrasi mengikuti standar WMO; siklus diurnalnya mencapai puncak sekitar pukul 13:00–14:00 WIB dan terendah menjelang subuh.
Kelembaban relatif (RH) — rasio tekanan uap air aktual terhadap tekanan uap jenuh pada suhu yang sama. RH tinggi merupakan ciri khas iklim tropis ekuatorial dan berkorelasi dengan pembentukan kabut, awan, serta presipitasi; umumnya bergerak berlawanan dengan suhu (tinggi subuh, rendah siang hari).
Tekanan atmosfer pada ketinggian stasiun (~864 m dpl). Variasi tekanan mencerminkan sistem cuaca dan sirkulasi atmosfer regional; pola hariannya ditandai osilasi semi-diurnal dengan puncak sekitar pukul 10:00 dan 22:00 WIB, dan penurunan mendadak sering mendahului kegiatan badai.
Kecepatan angin rata-rata pada ketinggian standar 10 meter. Pola angin di Bukit Kototabang dipengaruhi monsun dan sirkulasi lembah-gunung, cenderung menguat pada siang–sore hari mengikuti pemanasan permukaan, serta menentukan transport dan dispersi polutan lokal.
Arah angin dominan dalam derajat azimut (0° = Utara, 90° = Timur, 180° = Selatan, 270° = Barat) yang digambarkan sebagai titik pada meteogram. Pergantian arah antara siang dan malam mencerminkan sirkulasi gunung-lembah dan penting untuk analisis asal-usul massa udara dan transport polutan.
Curah hujan — akumulasi presipitasi per jam (mm) yang digambarkan sebagai batang pada meteogram. Bukit Kototabang memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun dengan variasi musiman akibat pengaruh monsun dan konveksi lokal; hujan konvektif umumnya terjadi siang–malam hari.