00:00:00 / 00:00:00

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA

Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW)
Bukit Kototabang

Contact Center 196

Gas Rumah Kaca

01 / REKAMAN ATMOSFER

Rekaman atmosfer Bukit Kototabang

Empat parameter gas rumah kaca disajikan sebagai deret waktu bulanan. Angka pada kartu berikut dihitung langsung dari observasi CO₂ Bukit Kototabang yang tersedia di basis data.
Konsentrasi CO₂ terbaru ppm Memuat data…
Observasi BKT bulan dengan nilai tersedia
Minimum observasi ppm pada seri yang tersedia
Maksimum observasi ppm pada seri yang tersedia
PPM CO₂ · POSISI DALAM RENTANG 170 430
Trivia berbasis data

Di luar kisaran alami Bumi

Selama 800.000 tahun, data inti es menunjukkan CO₂ berosilasi antara 170–300 ppm—batas alami yang tidak pernah dilewati bahkan pada periode interglasial terhangat sekalipun. Observasi Bukit Kototabang saat ini berada di atas batas alami tersebut.

Laju peningkatan CO₂ global terus bertambah cepat:

1960-an +0,8 ppm/thn 1990-an +1,5 ppm/thn 2015–24 +2,6 ppm/thn
Minimum Terbaru Maksimum

Stasiun tersedia: Global, Bukit Kototabang, Palu, Sorong, Mauna Loa, dan Baring Head.

02 / MEKANISME

Mengapa gas rumah kaca menahan panas?

Radiasi matahari menghangatkan permukaan bumi. Sebagian panas dipancarkan kembali sebagai radiasi inframerah, kemudian diserap dan dipancarkan ulang oleh gas rumah kaca.
Lima tahap proses efek rumah kaca Cahaya matahari menghangatkan permukaan bumi. Gas rumah kaca menyerap sebagian radiasi inframerah yang dipancarkan kembali dan meradiasikannya ke berbagai arah. ATMOSFER PERMUKAAN BUMI MATAHARI 1 2 3 CO₂ & GAS RUMAH KACA LAIN 4 5 PEMANASAN GLOBAL lebih banyak panas tertahan Cahaya matahari masuk sebagai gelombang pendek Diserap — permukaan menghangat Sebagian inframerah lolos ke angkasa
Cahaya matahari masuk (gelombang pendek) Inframerah keluar (gelombang panjang) Molekul gas rumah kaca
1Cahaya matahari tiba sebagai radiasi tampak bergelombang pendek yang dapat melewati atmosfer dan gas rumah kaca hampir tanpa hambatan.
2Sebagian besar radiasi bergerak menembus atmosfer tanpa diserap dalam perjalanan menuju permukaan.
3Permukaan menyerap energi dan menghangat, lalu memancarkannya kembali sebagai inframerah bergelombang panjang.
4CO₂, metana, dan uap air menyerap inframerah lalu memancarkannya ke segala arah, termasuk kembali ke permukaan.
5Semakin banyak gas rumah kaca, semakin banyak energi yang tertahan. Selisih antara energi masuk dan keluar terakumulasi sebagai pemanasan.

03 / CO₂

Karbon Dioksida CO₂

Karbon dioksida dilepaskan melalui respirasi dan proses alami, namun pembakaran bahan bakar fosil, perubahan penggunaan lahan, serta berkurangnya tutupan hutan mempercepat akumulasinya di atmosfer.
CO₂

Deret waktu berikut membandingkan konsentrasi bulanan dari basis data yang tersedia. Bukit Kototabang dan rerata global ditampilkan saat pertama kali dibuka.

Satuan ppm
Pangsa emisi GRK ~72% dari emisi GRK
Daya pemanasan vs CO₂ 1 (gas acuan)
Waktu tinggal atmosfer berabad-abad
Sumber utama Pembakaran batu bara, minyak & gas; deforestasi; produksi semen
Mengapa ini penting?

Gas acuan — semua gas lain diukur terhadapnya. Volume produksinya sangat besar, itulah sebabnya CO₂ tetap mendominasi total meskipun GWP-nya sedang.

Seri data
Mengambil data dari basis data…

Pilih setidaknya satu seri data untuk menampilkan grafik dan statistik.

04 / CH₄

Metana CH₄

Metana berasal dari proses alami dan aktivitas manusia seperti peternakan, persawahan, tempat pembuangan akhir, serta kebocoran pada produksi dan distribusi bahan bakar fosil.
CH₄

Walaupun waktu tinggalnya lebih singkat daripada CO₂, metana menyerap panas dengan sangat efektif sehingga perubahan konsentrasinya penting dipantau.

Satuan ppb
Pangsa emisi GRK ~19% dari emisi GRK
Daya pemanasan vs CO₂ ~28–30× lipat CO₂
Waktu tinggal atmosfer ~12 tahun
Sumber utama Pencernaan ternak, persawahan, tempat pembuangan akhir, kebocoran gas bumi
Mengapa ini penting?

Menjerat panas jauh lebih banyak per ton daripada CO₂, tetapi terurai dalam waktu sekitar satu dekade. Mengurangi metana sekarang memberi efek pendinginan jangka pendek yang cepat.

Seri data
Mengambil data dari basis data…

Pilih setidaknya satu seri data untuk menampilkan grafik dan statistik.

05 / N₂O

Dinitrogen Oksida N₂O

Dinitrogen oksida terutama terkait aktivitas pertanian, penggunaan pupuk nitrogen, pengelolaan kotoran ternak, pembakaran biomassa, dan sejumlah proses industri.
N₂O

N₂O bertahan lama di atmosfer dan memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih besar daripada CO₂ dalam periode seratus tahun.

Satuan ppb
Pangsa emisi GRK ~6% dari emisi GRK
Daya pemanasan vs CO₂ ~273× lipat CO₂
Waktu tinggal atmosfer ~109 tahun
Sumber utama Pupuk sintetis, pengelolaan kotoran ternak, beberapa proses industri
Mengapa ini penting?

Terutama dari pertanian — bakteri tanah mengubah pupuk nitrogen menjadi N₂O. Juga merusak ozon stratosfer, dampak ganda yang jarang dimiliki gas rumah kaca lain.

Seri data
Mengambil data dari basis data…

Pilih setidaknya satu seri data untuk menampilkan grafik dan statistik.

06 / SF₆

Sulfur Heksafluorida SF₆

Sulfur heksafluorida merupakan gas buatan yang banyak dipakai sebagai isolator pada peralatan listrik tegangan tinggi dan dalam sejumlah proses industri.
SF₆

Konsentrasinya sangat kecil, tetapi daya pemanasan dan waktu tinggalnya di atmosfer sangat besar sehingga kebocoran dalam jumlah kecil tetap perlu diawasi.

Satuan ppt
Pangsa emisi GRK jumlah sangat kecil, terkuat
Daya pemanasan vs CO₂ ~23.500× lipat CO₂
Waktu tinggal atmosfer ~3.200 tahun
Sumber utama Isolasi listrik pada peralatan tegangan tinggi
Mengapa ini penting?

Gas rumah kaca terkuat yang pernah diukur, ton-per-ton. Kebocoran sekecil apa pun dari peralatan jaringan listrik tua bertahan selama ribuan tahun.

Seri data
Mengambil data dari basis data…

Pilih setidaknya satu seri data untuk menampilkan grafik dan statistik.

07 / SUMBER EMISI GLOBAL

Aktivitas manusia yang mendorong emisi.

Emisi gas rumah kaca global mencapai 53,2 Gt CO₂-ekuivalen pada tahun 2024 menurut laporan EDGAR, UNEP, dan IEA. Batang berikut menunjukkan pangsa setiap sektor aktivitas manusia.
Pembangkit listrikPembakaran batu bara, gas, dan minyak untuk listrik dan panas — sumber tunggal terbesar di dunia, setara 15,6 Gt CO₂e pada 2024. Meskipun rekor angin dan surya terus tercipta, pembangkitan fosil masih naik di sebagian besar negara.
27%
🏭
Industri dan manufakturPembakaran bahan bakar fosil di pabrik ditambah emisi proses dari semen, baja, dan kimia — reaksi kimia yang melepas CO₂ bahkan tanpa pembakaran.
21%
🚗
Transportasi darat dan udaraKendaraan jalan raya, kapal, dan pesawat membakar bahan bakar minyak. Penerbangan internasional tumbuh paling cepat di tahun 2024, naik 6,3% seiring pemulihan perjalanan udara.
15%
🐄
Pertanian dan peternakanSekitar 6% emisi global dari peternakan (metana dari pencernaan ternak) dan 5% dari pembakaran biomassa, pengelolaan tanah, dan sawah yang melepas metana melalui dekomposisi anaerobik.
11%
🏢
Bangunan (panas dan pendingin)Tungku gas alam, pemanas minyak, dan pendingin berbasis bahan bakar fosil di rumah dan gedung komersial. Bangunan residensial mewakili pangsa konsumsi energi global terbesar.
10%
⛏️
Ekstraksi dan flaring bahan bakarKebocoran metana dari sumur minyak dan gas, tambang batu bara, dan pipa — ditambah pembakaran gas berlebih di lokasi pengeboran. Sub-sektor dengan pertumbuhan tercepat pada 2024, naik 1,6%.
9%
🗑️
Limbah dan air limbahSampah organik membusuk secara anaerobik di tempat pembuangan akhir melepas metana; air limbah tak terolah melakukan hal yang sama. Target berdaya ungkit tinggi karena gas TPA dapat ditangkap.
4%
🌳
Penggunaan lahan dan deforestasiPembukaan hutan untuk pertanian atau pembangunan melepas karbon tersimpan di pohon dan tanah, sekaligus menghilangkan penyerap alami. Sebagian diimbangi oleh reforestasi, namun dampak netto masih positif.
3%

Sumber: EDGAR / Komisi Eropa, laporan 2025 ; UNEP Emissions Gap Report 2025 ; IEA Global Energy Review 2025 .

🛢️ CO₂ · 72% dari GRK

Pembakaran bahan bakar fosil

Batu bara, minyak, dan gas dibakar untuk pembangkit listrik, transportasi, panas, dan industri. 95% dari seluruh emisi CO₂ berasal dari penggunaan bahan bakar fosil — tuas tunggal terbesar pada grafik ini.

🐄 CH₄ · poten jangka pendek

Pencernaan ternak

Sapi dan kambing menghasilkan metana melalui fermentasi enterik — mikroba di saluran cerna. Metana menjerat panas jauh lebih banyak daripada CO₂ ton-per-ton, hanya dalam jangka waktu atmosfer yang lebih pendek.

🌾 N₂O · bertahan lama

Pupuk sintetis

Pupuk nitrogen yang diaplikasikan ke lahan pertanian diubah bakteri tanah menjadi dinitrogen oksida — gas rumah kaca hampir 300 kali lebih kuat dari CO₂ selama seabad.

🏗️ CO₂ · emisi proses

Kimia semen & baja

Pembuatan semen melepas CO₂ langsung dari penguraian kimia batu kapur — terpisah dari bahan bakar yang dipanaskan di tungku. Ini emisi dari material itu sendiri, bukan hanya energinya.

💨 CH₄ · tumbuh tercepat

Flaring & kebocoran gas

Infrastruktur minyak dan gas membuang atau membakar metana di lokasi ekstraksi, dan pipa bocor dalam perjalanan. Eksploitasi bahan bakar adalah sub-sektor emisi dengan pertumbuhan tercepat pada 2024.

🪓 CO₂ · hilangnya serapan

Deforestasi

Pembukaan hutan untuk lahan pertanian atau kayu melepas karbon tersimpan dan menghilangkan sistem alami yang seharusnya menarik CO₂ kembali dari udara.

08 / GAS RUMAH KACA LAINNYA

Jejak kecil, dampak yang bertahan lama.

Selain empat parameter yang memiliki deret data pada halaman ini, Protokol Kyoto mendefinisikan tujuh gas dalam keranjang yang sama. Tiga sisanya tidak diukur di Bukit Kototabang namun tetap tercatat dalam inventaris emisi nasional.
HFCs Hidrofluorokarbon
Daya pemanasan ~1.500× lipat CO₂ Waktu tinggal tahun–dekade

Digunakan sebagai refrigeran, bahan pembusa, dan propelan aerosol. Diperkenalkan untuk menggantikan CFC perusak ozon, tetapi banyak HFC justru merupakan gas rumah kaca kuat dan kini tengah dihapus bertahap berdasarkan Amandemen Kigali.

PFCs Perfluorokarbon
Daya pemanasan ~7.000–9.000× lipat CO₂ Waktu tinggal ribuan tahun

Produk samping peleburan aluminium dan manufaktur semikonduktor. Molekulnya sangat stabil — sekali lepas, mereka bertahan di atmosfer hampir selamanya.

NF₃ Nitrogen Trifluorida
Daya pemanasan ~16.100× lipat CO₂ Waktu tinggal ~500–740 tahun

Ditambahkan ke keranjang Kyoto pada 2013 melalui Amandemen Doha. Digunakan dalam manufaktur elektronik, panel layar, dan sel surya — menggantikan PFC dan SF₆, tetapi tetap ribuan kali lebih kuat dari CO₂.

Sumber data halaman

Grafik mengambil rekaman langsung dari tabel gas rumah kaca pada basis data aplikasi. Data Bukit Kototabang ditampilkan bersama seri global dan stasiun pembanding yang tersedia.