00 / GAS REAKTIF
Rekaman Gas Reaktif Bukit Kototabang
Empat kelompok parameter gas reaktif disajikan sebagai deret waktu per jam (24 jam terakhir) dari Stasiun GAW Bukit Kototabang: Karbon Monoksida (CO), Ozon Permukaan (O₃), Sulfur Dioksida (SO₂), dan Kelompok Nitrogen Oksida (NO · NO₂ · NOₓ) yang ditampilkan dalam satu grafik gabungan. Data yang ditampilkan merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.01 / CO
Karbon Monoksida
Karbon monoksida adalah gas tak berwarna, tak berbau, dan sangat toksik yang terbentuk dari pembakaran hidrokarbon yang tidak sempurna. Sumber utamanya adalah gas buangan kendaraan bermotor.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam CO dari Stasiun GAW Bukit Kototabang (24 jam terakhir). Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan ppbCO memiliki afinitas terhadap hemoglobin 200× lebih besar dari oksigen, sehingga dapat menyebabkan keracunan pada konsentrasi tinggi.
- Rata-rata
- ppb
- Minimum
- ppb
- Maksimum
- ppb
- Tren/tahun
- ppb/th
02 / O₃
Ozon Permukaan
Ozon troposferik di dekat permukaan bumi merupakan polutan sekunder yang terbentuk dari reaksi fotokimia antara NOₓ dan senyawa organik volatil dengan bantuan sinar matahari.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam O₃ dari Stasiun GAW Bukit Kototabang (24 jam terakhir). Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan ppbOzon permukaan merupakan komponen utama smog fotokimia dan dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan.
- Rata-rata
- ppb
- Minimum
- ppb
- Maksimum
- ppb
- Tren/tahun
- ppb/th
03 / SO₂
Sulfur Dioksida
Sulfur dioksida terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur dan dari aktivitas vulkanik. Merupakan prekursor utama hujan asam dan partikulat sulfat.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam SO₂ dari Stasiun GAW Bukit Kototabang (24 jam terakhir). Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan ppbSO₂ di atmosfer dapat teroksidasi menjadi sulfat yang membentuk aerosol dan berkontribusi pada pendinginan iklim regional maupun global.
- Rata-rata
- ppb
- Minimum
- ppb
- Maksimum
- ppb
- Tren/tahun
- ppb/th
04 / NO · NO₂ · NOₓ
Kelompok Nitrogen Oksida
Nitrogen oksida (NOₓ) mencakup nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO₂). NO adalah gas tak berwarna dari pembakaran suhu tinggi yang cepat teroksidasi menjadi NO₂ — gas coklat kemerahan dengan bau menyengat. NOₓ adalah jumlah total keduanya dan menjadi indikator utama polusi lalu lintas dan industri.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam NO, NO₂, dan NOₓ dari Stasiun GAW Bukit Kototabang (24 jam terakhir). Ketiga parameter ditampilkan dalam satu grafik untuk melihat hubungan dan konversi antar spesies nitrogen. Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan ppbNOₓ adalah prekursor utama ozon troposferik, hujan asam, dan partikulat nitrat. NO dari kendaraan dengan cepat teroksidasi menjadi NO₂ di atmosfer — itulah mengapa ketiganya dipantau bersama. Pengendalian emisi NOₓ merupakan target utama kebijakan kualitas udara global.
- Rata-rata
- ppb
- Minimum
- ppb
- Maksimum
- ppb
- Tren/tahun
- ppb/th
05 / SUMBER DATA
Tentang data gas reaktif.
Data pemantauan gas reaktif dilaporkan secara berkala ke Pusat Data Gas Reaktif Dunia (WDCRG) yang disponsori oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Halaman ini menampilkan data per jam (24 jam terakhir) yang merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi sistem.Gas reaktif memainkan peran kunci dalam kimia atmosfer. NOₓ dan VOC bereaksi dengan sinar matahari membentuk ozon troposferik, sementara SO₂ berkontribusi pada pembentukan aerosol sulfat.
CO, O₃, SO₂, dan NO₂ masing-masing memiliki dampak kesehatan yang berbeda. Ozon dan NO₂ terutama mempengaruhi sistem pernapasan, sementara CO mengganggu transportasi oksigen dalam darah.
Sektor transportasi, pembangkit listrik, industri, dan kebakaran biomassa merupakan sumber utama gas reaktif di atmosfer. Di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan gambut menjadi kontributor signifikan terutama pada musim kemarau.