01 / AEROSOL ATMOSFER
Rekaman Aerosol Bukit Kototabang
Empat parameter aerosol disajikan sebagai deret waktu per jam (24 jam) dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data mencakup PM₂.₅, PM₁₀, Black Carbon, dan Aerosol Optical Depth (AOD).⏰ Data jam ditampilkan dalam WIB (UTC+7) — jam tersimpan di database dalam UTC dan dikonversi otomatis ke WIB saat ditampilkan pada grafik.
02 / PM₂.₅
Particulate Matter 2.5 µm
Partikulat halus dengan diameter ≤2.5 mikrometer. Dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan bahkan masuk ke aliran darah. Sumber utamanya adalah pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan, dan proses industri.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam PM₂.₅ dalam periode 24 jam dari Stasiun GAW Bukit Kototabang.
Satuan µg/m³PM₂.₅ merupakan salah satu polutan paling berbahaya bagi kesehatan manusia. WHO menetapkan batas aman rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m³.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
03 / PM₁₀
Particulate Matter 10 µm
Partikulat dengan diameter ≤10 mikrometer, termasuk debu, serbuk sari, dan partikel tanah. Sumbernya meliputi aktivitas konstruksi, erosi tanah, dan kebakaran hutan.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam PM₁₀ dalam periode 24 jam dari Stasiun GAW Bukit Kototabang.
Satuan µg/m³PM₁₀ bersama ozon permukaan dapat membentuk fenomena smog (asap kabut) pada peristiwa kebakaran hutan.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
04 / BC
Black Carbon
Black Carbon adalah komponen partikulat hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil dan biomassa. Menyerap radiasi matahari secara kuat dan berkontribusi pada pemanasan global.Grafik berikut menampilkan konsentrasi per jam Black Carbon dalam periode 24 jam dari Stasiun GAW Bukit Kototabang.
Satuan µg/m³Black Carbon memiliki masa hidup pendek di atmosfer (beberapa hari hingga minggu) tetapi dampak pemanasannya signifikan, terutama di wilayah bersalju/es.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
05 / AOD
Aerosol Optical Depth (500 nm)
Aerosol Optical Depth mengukur sejauh mana aerosol menghalangi transmisi cahaya melalui atmosfer. Nilai AOD yang tinggi menunjukkan konsentrasi aerosol yang tinggi di kolom atmosfer.Grafik berikut menampilkan nilai AOD per jam pada panjang gelombang 500 nm dalam periode 24 jam dari Stasiun GAW Bukit Kototabang.
SatuanAOD adalah parameter kunci dalam pemodelan iklim karena aerosol mempengaruhi keseimbangan radiasi bumi, baik secara langsung (hamburan/penyerapan) maupun tidak langsung (pembentukan awan).
Instrumen sedang dalam proses kalibrasi di NASA, Amerika Serikat
06 / SUMBER DATA
Tentang data aerosol.
Data pemantauan partikulat dilaporkan secara berkala ke Pusat Data Aerosol Dunia (WDCA) yang disponsori oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).Aerosol dapat berasal dari sumber alami (debu mineral, garam laut, letusan gunung berapi) maupun antropogenik (pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan, proses industri).
Aerosol mempengaruhi iklim melalui efek langsung (menghamburkan dan menyerap radiasi) dan efek tidak langsung (bertindak sebagai inti kondensasi awan).
Paparan jangka panjang terhadap PM₂.₅ dikaitkan dengan penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan kanker paru-paru. WHO memperkirakan jutaan kematian dini per tahun akibat polusi udara.