00 / AEROSOL ATMOSFER
Rekaman Aerosol Bukit Kototabang
Empat parameter aerosol disajikan sebagai deret waktu bulanan dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data mencakup PM₂.₅, PM₁₀, Black Carbon, dan Aerosol Optical Depth (AOD). Data yang ditampilkan merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.01 / PM₂.₅
Particulate Matter 2.5 µm
Partikulat halus dengan diameter ≤2.5 mikrometer. Dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan bahkan masuk ke aliran darah. Sumber utamanya adalah pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan, dan proses industri.Grafik berikut menampilkan konsentrasi bulanan PM₂.₅ dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan µg/m³PM₂.₅ merupakan salah satu polutan paling berbahaya bagi kesehatan manusia. WHO menetapkan batas aman rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m³.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
02 / PM₁₀
Particulate Matter 10 µm
Partikulat dengan diameter ≤10 mikrometer, termasuk debu, serbuk sari, dan partikel tanah. Sumbernya meliputi aktivitas konstruksi, erosi tanah, dan kebakaran hutan.Grafik berikut menampilkan konsentrasi bulanan PM₁₀ dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan µg/m³PM₁₀ bersama ozon permukaan dapat membentuk fenomena smog (asap kabut) pada peristiwa kebakaran hutan.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
03 / BC
Black Carbon
Black Carbon adalah komponen partikulat hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil dan biomassa. Menyerap radiasi matahari secara kuat dan berkontribusi pada pemanasan global.Grafik berikut menampilkan konsentrasi bulanan Black Carbon dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
Satuan µg/m³Black Carbon memiliki masa hidup pendek di atmosfer (beberapa hari hingga minggu) tetapi dampak pemanasannya signifikan, terutama di wilayah bersalju/es.
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
04 / AOD
Aerosol Optical Depth (500 nm)
Aerosol Optical Depth mengukur sejauh mana aerosol menghalangi transmisi cahaya melalui atmosfer. Nilai AOD yang tinggi menunjukkan konsentrasi aerosol yang tinggi di kolom atmosfer.Grafik berikut menampilkan nilai AOD bulanan pada panjang gelombang 500 nm dari Stasiun GAW Bukit Kototabang. Data ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi.
SatuanAOD adalah parameter kunci dalam pemodelan iklim karena aerosol mempengaruhi keseimbangan radiasi bumi, baik secara langsung (hamburan/penyerapan) maupun tidak langsung (pembentukan awan).
- Rata-rata
- Minimum
- Maksimum
- Tren/tahun
05 / SUMBER DATA
Tentang data aerosol.
Data pemantauan partikulat dilaporkan secara berkala ke Pusat Data Aerosol Dunia (WDCA) yang disponsori oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Data yang ditampilkan pada halaman ini merupakan data dummy untuk keperluan demonstrasi sistem.Aerosol dapat berasal dari sumber alami (debu mineral, garam laut, letusan gunung berapi) maupun antropogenik (pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan, proses industri).
Aerosol mempengaruhi iklim melalui efek langsung (menghamburkan dan menyerap radiasi) dan efek tidak langsung (bertindak sebagai inti kondensasi awan).
Paparan jangka panjang terhadap PM₂.₅ dikaitkan dengan penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan kanker paru-paru. WHO memperkirakan jutaan kematian dini per tahun akibat polusi udara.