00:00:00 / 00:00:00

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA

Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW)
Bukit Kototabang

Contact Center 196

Aerosol

Aerosol (PM2.5 dan PM10)

Aerosol merupakan partikel berupa cairan dan umumnya padatan yang melayang di atmosfer. Sumbernya dapat berasal dari alam maupun antropogenik. Aerosol padat dengan ukuran jari-jari lebih kecil dari 2.5 μm disebut PM2.5 (Particulate Matter 2.5 μm) atau debu halus dan jika berukuran lebih kecil dari 10 μm disebut PM10 (Particulate Matter 10 μm) atau debu.

Tentang PM2.5 (Particulate Matter 2.5 μm)

PM2.5 atau partikulat halus adalah partikel udara dengan diameter 2.5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat kecil membuat PM2.5 memiliki karakteristik khusus:

  • Sumber Utama: Pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor, pembangkit listrik), pembakaran biomassa (kebakaran hutan, pembakaran lahan), proses industri, dan reaksi kimia di atmosfer.
  • Karakteristik: Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat bertahan di udara dalam waktu lama dan dapat terbawa angin hingga jarak ratusan kilometer.
  • Dampak Kesehatan: PM2.5 sangat berbahaya karena dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan, bahkan masuk ke aliran darah. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan:
    • Penyakit pernapasan (asma, bronkitis)
    • Penyakit kardiovaskular
    • Kanker paru-paru
    • Gangguan perkembangan pada anak
  • Dampak Lingkungan: PM2.5 berkontribusi pada:
    • Kabut asap (haze) yang mengurangi visibilitas
    • Perubahan iklim melalui interaksi dengan radiasi matahari
    • Kerusakan ekosistem melalui deposisi asam
Tentang PM10 (Particulate Matter 10 μm)

Aerosol PM10 merupakan salah satu dari lima parameter kualitas udara, bersama dengan karbon monoksida, oksida nitrogen, oksida sulfur, dan ozon permukaan. Pada peristiwa kebakaran hutan, aerosol PM10 bersama dengan ozon permukaan menimbulkan suatu fenomena yang disebut asap kabut (smog).

Perbedaan utama antara PM2.5 dan PM10:

  • PM10 mencakup partikel dengan diameter ≤10 μm (termasuk PM2.5)
  • PM2.5 lebih berbahaya bagi kesehatan karena dapat menembus lebih dalam ke paru-paru
  • PM10 cenderung mengendap lebih cepat dari udara dibandingkan PM2.5
  • Sumber PM10 lebih banyak berasal dari aktivitas mekanis (debu jalanan, konstruksi, erosi tanah)

Data pemantauan partikulat dilaporkan secara berkala ke Pusat Data Aerosol Dunia atau World Data Center for Aerosols (WDCA) disponsori oleh organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO).